Showing posts with label bank. Show all posts
Showing posts with label bank. Show all posts
Saturday, August 27, 2016
Bank Dunia Siap Masuki Bisnis Bank Syariah Nasional
Bank Dunia Siap Masuki Bisnis Bank Syariah Nasional

ahsugannews, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, International Finance Corporation (IFC) yang merupakan anak usaha Bank Dunia tengah mencari bank syariah nasional yang membutuhkan pendanaan untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan.
"Jadi, saat ini IFC World Bank ingin masuk ke bank syariah. Mereka sedang mencari bank yang cocok," kata Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK, Mulya Effendi Siregar di Jakarta, Jumat (11/9).
Mulya menegaskan, dalam upaya pemberian bantuan pendanaan ke bank syariah, IFC tidak terfokus pada salah satu bank swasta atau BUMN. "Jadi, mereka mencari yang cocok dengan target mereka. Karena, IFC fokusnya ke mikro," ucap Mulya.
Sementara itu, kata Mulya, terkait dengan keinginan Islamic Development Bank (IDB) yang juga berencana masuk ke industri perbankan syariah Indonesia, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan resmi dari IDB.
Sebagaimana diketahui, rencana IFC tersebut sejalan dengan rencana PT Bank Muamalat yang akan memperkuat pembiayaan dengan mengajukan pinjaman ke IFC senilai US$60 juta.
sumber : ipotnews
Friday, August 26, 2016
Gunakan Router Bekas Sistem Kemanan Bank Dibobol 1 Triliun
Gunakan Router Bekas Sistem Kemanan Bank Dibobol 1 Triliun
Komposisi infrastruktur yang memadai diperlukan untuk menunjang aktifitas sebuah perusahaan. Apalagi untuk sebuah perusahaan jasa keuangan salah satunya adalah bank, hal ini tak bisa dianggap remeh. Perangkat yang dibutuhkan harus secanggih mungkin agak tak bisa dibobol.
Kerugian yang mencapai Rp1 triliun disebabkan oleh para hacker. Kasus yang terjadi pada bulan Februari lalu, para hacker berhasil masuk ke jaringan utama bank sentral Bangladesh melalui router murahan tersebut. Lalu mereka mengirimkan sejumlah uang ke beberapa rekening.
Aksi hacker bisa ketahuan oleh pihak bank gara-gara salah dalam pengejaan nama saat hendak mengirimkan uang, sehingga membuat aksi ini diketahui oleh pihak bank. Kabarnya, para peretas ini mentargetkan pencurian hingga senilai 1 miliar USD, namun karena diketahui oleh pihak bank, mereka hanya mampu mengambil 81 juta USD atau setara dengan Rp1 triliun.
Setelah dilacak, uang yang dicuri tersebut kabarnya dikirimkan ke beberapa rekening di Filipina yang rata-rata menuju ke tempat judi atau kasino. Hingga saat ini, sebagian uang tersebut kabarnya belum pulih dan masih dalam tahap penyeledikan.
Pakar keamanan bank dari berbagai negara pun mengatakan hal yang sama, dimana seharusnya bank ini setidaknya menggunakan perangkat router yang lebih terjamin dengan mengeluarkan uang yang tidak seberapa.
refverences by sindonews
Subscribe to:
Posts (Atom)