Showing posts with label tidak. Show all posts
Showing posts with label tidak. Show all posts
Wednesday, August 17, 2016
Dibawah Tekanan Tenang Saja Tidak Cukup
Dibawah Tekanan Tenang Saja Tidak Cukup
![]() |
| via onthejob.45things |
Sebagian dari kita pasti pernah merasakan yang namanya dibawah tekanan. Entah itu akibat dari kesalahan fatal dalam pekerjaan, atau di kejar deadline dan kita harus segera menyelesaikannya, sementara masalah yang lain belum selesai. Yup, itulah manusia umpama roda. Kadang berada diatas, kadang berada dibawah.
Tekanan yang tak terelakkan memaksa kita untuk berfikir keras. Mungkin jalan satu-satunya untuk melewati masalah tersebut adalah dengan tetap tenang.
"Bagaimana bisa tenang? otak rasanya mau pecah!!!" Ungkapan yang mungkin pernah kita dengar ketika ada teman atau sahabat yang curhat kepada kita.
Baru-baru ini sebuah penelitian dari Sekolah Bisnis Harvard menujukkan bahwa sebagian besar dari kita ketika dalam keadaan tertekan maka kita akan mencoba untuk tetap tenang. Sayangnya, dengan tenang saja tidak cukup. Menurut penelitian, lebih baik kita menyambut atau menghadapi masalah tersebut dan berusaha untuk menyelesaikannya.
"Orang-orang yang memiliki intuisi yang sangat kuat dan mencoba untuk tenang adalah cara terbaik untuk mengatasi kecemasan, tapi itu bisa sangat sulit dan tidak efektif," kata penulis studi Allison Wood Brooks dikutip Forbes (30/11/2015).
"Ketika orang merasa cemas dan mencoba untuk tenang, mereka berpikir tentang semua hal yang bisa berubah menjadi hal buruk. Ketika mereka sangat antusias (menghadapi masalah mereka), mereka akan berpikir tenang bagaimana hal tersebut dapat berjalan dengan baik," lanjut Brooks.
Tetap tenang, fokus, dan menjaga efektifitas kinerja otak ketika dibawah tekanan adalah semua tentang mentalitas kita. Orang-orang yang berhasil mengelola masalah mereka maka akan mampu menyalurkan dan memproduksi emosi mereka ke dalam perilaku yang mereka inginkan. Dengan kata lain, mereka merubah sifat cemas menjadi energi kegembiraan dan siap untuk menghadapi masalah serumit mungkin.
Sunday, August 7, 2016
Alasan Ilmiah Mengapa Tidak Boleh Meniup Makanan yang Dalam Kondisi Panas
Alasan Ilmiah Mengapa Tidak Boleh Meniup Makanan yang Dalam Kondisi Panas

Apakah Anda sering meniup secangkir kopi panas, atau sup panas saat akan menyantapnya? Jika iya, tahukah anda mengapa dengan meniupnya seolah panasnya berkurang? Apakah hal tersebut baik dilakukan? Apakah Anda juga tahu dalam Islam meniupkan makanan dan minuman panas tidak diperbolehkan dalam Islam?
Pertanyaan-pertanyaan diatas sangat menarik diperbincangkan mengingat terdapat kajian ilmiah dari proses pendinginan makanan panas melalui peniupan angin, namun terdapat efek kurang baik dalam kaitannya dengan adab menyantap makanan dalam Islam.
Benarkah meniup makanan dan minuman panas membuatnya lebih dingin? Jawabnya ya, Bagaimana prosesnya? Jawabannya adalah perpindahan kalor melalui proses konduksi dan konveksi.
Artikel dari About.com menjelaskan bahwa: Napas kita mendekati suhu tubuh (98,6 ° F), sedangkan makanan panas berada pada temperatur yang jauh lebih tinggi. Tingkat perpindahan panas secara langsung berhubungan dengan perbedaan suhu.
Energi panas menyebabkan molekul untuk bergerak. Energi ini dapat ditransfer ke molekul lain, mengurangi pergerakan molekul pertama dan meningkatkan pergerakan molekul kedua. Proses berlanjut sampai semua molekul memiliki energi yang sama (mencapai suhu konstan).
Jika Anda tidak meniup makanan Anda, energi akan ditransfer ke sekitar wadah dan udara molekul (perpindahan kalor secara konduksi), menyebabkan makanan Anda kehilangan energi (menjadi lebih dingin), sementara udara dan piring akan mendapatkan energi (menjadi lebih hangat). Jika ada perbedaan besar antara energi dari molekul (misalkan cokelat panas, udara dingin atau es krim di hari yang panas), efeknya berlangsung lebih cepat daripada jika ada perbedaan kecil (misalkan pizza panas di piring panas atau salad didinginkan pada suhu kamar). Dalam pengertian bahwa proses ini relatif lambat.
Saat meniup makanan, Anda mengubah situasi. Anda memindahkan napas yang relatif dingin terhadap udara panas pada makanan (konveksi). Hal ini meningkatkan perbedaan energi antara makanan dan sekitarnya dan memungkinkan makanan untuk dingin lebih cepat.
Bagaimana proses pendinginannya? Ketika Anda meniup minuman panas atau makanan yang mengandung banyak uap air, sebagian besar efek pendinginan karena pendinginan evaporasi. Pendinginan evaporasi begitu kuat bahkan dapat menurunkan suhu permukaan di bawah suhu kamar!
Cara kerjanya: Molekul air dalam makanan panas dan minuman memiliki energi yang cukup untuk melarikan diri ke udara, perubahan dari air cair atau air gas (uap air). Terjadi perubahan fase menyerap energi, sehingga ketika itu terjadi, menurunkan energi dari sisa makanan, yang disebut pendinginan. Awan uap mengelilingi makanan, yang membatasi kemampuan molekul air lainnya di dekat permukaan menguap.
Efek membatasi terutama karena tekanan uap, yang merupakan tekanan uap air diberikan kembali pada makanan, menjaga molekul air dari perubahan fase. Ketika Anda meniup makanan, Anda mendorong awan uap, menurunkan tekanan uap dan memungkinkan lebih banyak air menguap. Kesimpulannya perpindahan panas dan penguapan meningkat ketika Anda meniup makanan, sehingga Anda dapat menggunakan napas Anda untuk membuat makanan panas dingin dan makanan dingin lebih hangat.
Namun perlu diperhatikan bahwa kebiasaan meniup makanan panas tersebut, merupakan hal yang tidak baik dilakukan dalam islam, lebih tepatnya dilarang. Mengapa demikian?
Berdasarkan artikel yang dijelaskan dari konsultasisyariah.com, terdapat dua hadis yang melarang meniup makanan panas, diantaranya:
1. Hadis dari Abu Qatadah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
Apabila kalian minum, janganlah bernafas di dalam gelas, dan ketika buang hajat, janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan
(HR. Bukhari 153).
2. Hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma,
Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang bernafas di dalam gelas atau meniup isi gelas. (HR. Ahmad 1907, Turmudzi 1888, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth).
Bahkan Ibnul Qoyim menjelaskannya lebih detail , yang jika diterjemahkan sebagai berikut:
Meniup minuman bisa menyebabkan air itu terkena bau yang tidak sedap dari mulut orang yang meniup. Sehingga membuat air itu menjijikkan untuk diminum. Terutama ketika terjadi bau mulut. Kesimpulannya, nafas orang yang meniup akan bercampur dengan minuman itu. Karena itulah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menggabungkan larangan bernafas di dalam gelas dengan meniup isi gelas. (Zadul Maad, 4/215).
Mengapa hal tersebut dilarang, sudah pasti ada alasan yang tidak mengada-ngada, seperti penjelasan ilmiah di bawah ini, begitu jelas memaparkan bahwa meniup makanan dan minuman panas adalah kebiasaan buruk.
Sebuah artikel dari blog dway2live.blogspot.com menyatakan bahwa:
Makanan dan minuman panas mengeluarkan uap air yang disebut H2O. Ketika kita meniupnya, berarti memberikan gas ekskresi yang mengandung karbon dioksida CO2. Ketika uap air yang dicampur dengan gas karbon dioksida itu akan bereaksi dan menghasilkan asam karbonat yang bersifat asam.
H2O + CO2 -> H2CO3
Dalam darah kita ditemukan H2CO3 yang berguna untuk mengatur pH dalam darah. Darah adalah Buffer (solusi untuk mempertahankan pH) untuk menjaga kondisi asam lemah H2CO3 di dalam bentuk HCO3 untuk memastikan darah memiliki pH antara 7:35-7:45 dengan reaksi berikut:
CO2 + H20 <= H2CO3 => HCO3- + H +
Tubuh menggunakan penyangga pH dalam darah sebagai pelindung dari perubahan yang tiba-tiba terjadi pada pH darah. Ketika ada perubahan, dapat menyebabkan keseimbangan pH darah tidak dapat dipertahankan dalam keadaan normal apakah itu lebih asam atau basa dan ini akan mengganggu sistem.
Apa yang terjadi setelah kita makan atau minum makanan yang ditiup? Akan meningkatkan keasaman darah dan menyebabkan kondisi di mana darah akan menjadi lebih asam (pH menurun).
Seiring dengan penurunan pH darah, pernafasan menjadi lebih cepat karena tubuh berusaha untuk menstabilkan keasaman darah dalam fase normal dengan mengurangi jumlah karbon dioksida.
Ginjal juga berusaha untuk mengatasi masalah tersebut dengan mengeluarkan lebih banyak asam melalui urine. Tetapi kedua mekanisme akan sia-sia jika tubuh terus memproduksi terlalu banyak asam.
Dalam jangka panjang akan menyebabkan asma, mengantuk, mual dan tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik. Sampai dapat menyebabkan tekanan darah rendah, stroke, dan bahkan dapat menyebabkan koma hingga kematian.
Sederhananya, Karbondioksida merupakan gas hasil ekskresi dari pernapasan. Penelitian tersebut masih memerlukan kajian ulang, efek sampingnya mungkin tidak dalam waktu dekat, namun berjaga-jaga lebih baik. Terlebih bagi yang sedang tidak sehat atau memiliki riwayat penyakit akut, sangat dianjurkan tidak meniup makanan atau minuman panas saat akan memakannya, terlebih jika itu untuk anak atau orang lain yang akan memakannya.
Wallahu alam. Semoga kurang puas, sehingga sahabat mencari artikel lainnya untuk menambah wawasan.
Sumber : http://www.intriknews.com
Saturday, July 30, 2016
FOTO Sisi Baik Hitler Yang Tidak Dipublikasikan
FOTO Sisi Baik Hitler Yang Tidak Dipublikasikan
Sosok Fenomenal ini tak henti-hentinya menjadi sumber berita dan kajian berbagai tulisan dan artikel, baik tentang kisah hidupnya, sisi lainnya yang jarang diketahui publik dan rahasia - rahasia yang paling disembunyikan.
namun kebanyakan publik memandang Hitler sebagai seorang dikatator kejam, pemarah dan benar-benar bengis, pandangan ini kebanyakan dipengaruhi oleh sejarah yang mencatat kelam riwayatnya, dan untuk menambah kesan jahat sadis dan kejinya, ada begitu banyak sisi "manusiawi" seorang Hitler yang coba ditutup-tutupi sahabat anehdidunia.com. dan berikut diantara foto - foto "manusiawi seorang Hitler yang sangat jarang terekspos.

Friday, July 29, 2016
Bagaimana Agar Semangat Anda Tidak Hilang Pada Saat Yang Salah Figure It Out
Bagaimana Agar Semangat Anda Tidak Hilang Pada Saat Yang Salah Figure It Out
Setiap penyelidikan harus dilakukan dengan semangat, sehingga kasus yang rumit akan terpecahkan. Ah tidak, bukan hanya kasus yang rumit, bahkan semuanya bisa diselesaikan. Sebenarnya kuncinya hanya semangat. Tapi jika semangat menghilang pada saat yang salah, siapakah yang akan membawanya kembali pada anda??
Dibawah ini ada beberapa cara agar semangat Anda tidak hilang pada saat yang salah dan anda tidak akan menjadi The Living Dead a.k.a Hidup Merana, yaitu:
1. Sempatkan diri anda untuk menikmati pemandangan hijau di pagi hari. Hal ini selain menyegarkan, juga berfungsi meningkatkan pola pikir anda. Jelas berbeda jika pagi hari anda dimulai dengan polusi dan udara yang tidak bersahabat.
2. Hindari warna-warna gelap. Utamakan untuk selalu menggunakan warna yang cerah walaupun tidak mencolok. Tidak berarti semuanya. Namun, bisa anda siasati dengan menggunakan tas yang cerah walau pakaian anda berwarna gelap, atau sebaliknya.
3. Tertawalah. Usahakan agar dalam keseharian anda, anda dapat tertawa sesering-seringnya. Jangan ragu untuk tertawa ketika ada sesuatu yang memang menarik bagi anda, dan menjadi humor tersendiri bagi anda. Jangan terlalu menutup diri demi menjaga karakter.
4. Hubungi teman. Inilah mengapa seseorang harus memiliki banyak teman. Ketika kejenuhan menghampiri anda, anda dapat menghubungi teman-teman anda dan berbagi cerita lucu yang dapat meningkatkan semangat anda. Sempatkanlah dalam hari-hari anda untuk berkumpul bersama teman-teman anda.
5. Traveling. Kejenuhan anda dapat anda hilangkan dengan mengunjungi beberapa tempat wisata. Baik itu gunung, pantai, atau tempat wisata lainnya. Bila anda hanya melakukan aktifitas pada tempat yang sama setiap harinya, itulah salah satu penyebab dari kebosanan anda yang akhirnya menghilangkan semangat anda.
6. Lakukan hobby. Seberat apapun hari-hari yang anda lalui, sempatkanlah untuk menjalankan hobby anda. Karena ketika seseorang melakukan hal yang ia sukai, maka itu akan menjadi penyemangat baginya.
7.Cobalah sesuatu yang baru. Ketika anda merasa jenuh dengan keseharian anda yang itu-itu saja, maka cobalah ciptakan suasana baru. Rubah posisi meja kerja atau kamar anda. Bisa juga mengikuti beberapa acara yang belum pernah anda ikuti sebelumnya.
8. Game. Jika anda pecinta game, tentu tau bahwa sebuah permainan bisa mengembalikan semangat seseorang. Tapi jika anda bukan pecinta game, tidak ada salahnya untuk mencoba game yang ringan namun menarik bagi anda. Namun, jangan sampai game tersebut menjadi candu bagi anda. Ingatlah selalu pekerjaan utama anda.
9. Browsing. Internet adalah hal yang lumrah saat ini. Anda bisa mencari beberapa artikel motivasi atau inspirasi guna mengembalikan semangat anda.
10. Berpikir positif. Ketika suatu hal menjadi sulit bagi anda, maka akan lebih sulit ketika anda memikirkannya dengan berbagai pikiran negatif. Maka, posisikanlah pikiran anda untuk selalu berpikir positif.
Selamat mencoba!!
sumber : http://
Subscribe to:
Posts (Atom)
